Selasa, 23 Juni 2020

Eks Pemain Persib Ceritakan Sepakbola Indonesia di Belanda

Pada pertengahan musim 2019 lalu, Persib Bandung memutuskan untuk mendatangkan tiga pemain asing anyar, yakni Nick Kuipers, Omid Nazari, dan Kevin van Kippersluis. Dua nama pertama hingga saat ini masih menjadi bagian dari skuad Maung Bandung. Sedangkan, nama Kevin Kippersluis sudah cukup lama meninggalkan Indonesia dan saat ini tengah berkarier di klub divisi dua Liga Belanda, Go Ahead Eagles.

Kepada media Belanda, pemain berusia 27 tahun ini mengungkapkan sedikit pengalamannya ketika berkarier di Indonesia. Kevin menyebutkan bahwa pengalaman yang didapatnya tidak dapat dibandingkan dengan saat ia bermain di Eropa. Hal pertama yang paling berkesan baginya adalah sambutan suporter fanatik dimanapun ia berada di Indonesia.

“Pengalaman di sana (Indonesia) tidak bisa dibandingkan dengan Eropa. Ada hal positif, misalnya kami selalu melambaikan tangan oleh ribuan orang di bandara,” ucap Kevin dikutip dari laman resmi Go Ahead Eagles.

Hanya saja, ia pun menceritakan pengalamannya yang kurang mengenakkan. Ia menyebut bahwa kerusuhan antar suporter serta pelemparan batu dari oknum suporter lawan menjadi hal yang perlu diperbaiki oleh sepakbola Indonesia. Meskipun demikian, ia mengaku tetap menikmati kariernya di Indonesia.

“Tetapi juga ada hal negatif, seperti pelemparan batu ke bus pemain, kerusuhan yang bisa memakan korban, saya takjub,” tuturnya.


Michael | Usabperning.com

Selasa, 23 Juni 2020

Eks Pemain Persib Ceritakan Sepakbola Indonesia di Belanda

Pada pertengahan musim 2019 lalu, Persib Bandung memutuskan untuk mendatangkan tiga pemain asing anyar, yakni Nick Kuipers, Omid Nazari, dan Kevin van Kippersluis. Dua nama pertama hingga saat ini masih menjadi bagian dari skuad Maung Bandung. Sedangkan, nama Kevin Kippersluis sudah cukup lama meninggalkan Indonesia dan saat ini tengah berkarier di klub divisi dua Liga Belanda, Go Ahead Eagles.

Kepada media Belanda, pemain berusia 27 tahun ini mengungkapkan sedikit pengalamannya ketika berkarier di Indonesia. Kevin menyebutkan bahwa pengalaman yang didapatnya tidak dapat dibandingkan dengan saat ia bermain di Eropa. Hal pertama yang paling berkesan baginya adalah sambutan suporter fanatik dimanapun ia berada di Indonesia.

“Pengalaman di sana (Indonesia) tidak bisa dibandingkan dengan Eropa. Ada hal positif, misalnya kami selalu melambaikan tangan oleh ribuan orang di bandara,” ucap Kevin dikutip dari laman resmi Go Ahead Eagles.

Hanya saja, ia pun menceritakan pengalamannya yang kurang mengenakkan. Ia menyebut bahwa kerusuhan antar suporter serta pelemparan batu dari oknum suporter lawan menjadi hal yang perlu diperbaiki oleh sepakbola Indonesia. Meskipun demikian, ia mengaku tetap menikmati kariernya di Indonesia.

“Tetapi juga ada hal negatif, seperti pelemparan batu ke bus pemain, kerusuhan yang bisa memakan korban, saya takjub,” tuturnya.


Michael | Usabperning.com