Senin, 16 September 2019

Inilah Kronologi Pelemparan Bus Menurut Manajer Persib

Pasca pertandingan antara Persib vs TIRA-Persikabo yang berlangsung di Stadion Pakansari, Bogor, Sabtu (14/9) malam, rombongan Persib yang sedang dalam perjalanan pulang menuju Bandung secara tiba-tiba dilempari batu. Akibatnya, dua pemain Persib menderita luka di bagian kepalanya, yakni Febri Hariyadi dan Omid Nazari.

Manajer Persib, Umuh Muchtar pun menjelaskan kronologi pelemparan tersebut ke awak media pada hari Minggu (15/9) kemarin. Menurutnya, sebenarnya polisi telah mengawal bus Persib dengan cukup ketat, hanya saja memang tidak ada perlindungan lebih yang ditawarkan oleh panpel pertandingan.

"Saya tidak menduga, tapi terus terang saja saya juga salut lihat kapolres sampai di depan bus, sampai keluar dan dia sendiri keluar naik motor, sudah habis-habisan di dalam kita diamankan," papar Umuh.

"Tapi ini tidak menduga sama kejadian ini, namanya penjahat dengan segala cara. Cuma saya menyayangkan sama panpel, harusnya panpel yang lebih aktif," lanjutnya.

Umuh pun menerangkan bahwa awalnya bus sempat berhenti saat terjadi insiden pelemparan. Namun, dengan sigap dirinya menyuruh sang supir untuk terus berjalan guna menghindari terjadinya pelemparan lebih lanjut.

"Saat kejadian saya di kursi depan di sebelah kiri pelatih. Saat itu jebred, tadi mobil (bus) sempat berhenti saya bilang maju terus. Tadinya saya pikir dari belakang ada pengamanan juga, rupanya tidak ada. Hanya dari depan pengamanan. Kalau kita berhenti takutnya makin parah," tutupnya.

 

Michael | Usabperning.com

Senin, 16 September 2019

Inilah Kronologi Pelemparan Bus Menurut Manajer Persib

Pasca pertandingan antara Persib vs TIRA-Persikabo yang berlangsung di Stadion Pakansari, Bogor, Sabtu (14/9) malam, rombongan Persib yang sedang dalam perjalanan pulang menuju Bandung secara tiba-tiba dilempari batu. Akibatnya, dua pemain Persib menderita luka di bagian kepalanya, yakni Febri Hariyadi dan Omid Nazari.

Manajer Persib, Umuh Muchtar pun menjelaskan kronologi pelemparan tersebut ke awak media pada hari Minggu (15/9) kemarin. Menurutnya, sebenarnya polisi telah mengawal bus Persib dengan cukup ketat, hanya saja memang tidak ada perlindungan lebih yang ditawarkan oleh panpel pertandingan.

"Saya tidak menduga, tapi terus terang saja saya juga salut lihat kapolres sampai di depan bus, sampai keluar dan dia sendiri keluar naik motor, sudah habis-habisan di dalam kita diamankan," papar Umuh.

"Tapi ini tidak menduga sama kejadian ini, namanya penjahat dengan segala cara. Cuma saya menyayangkan sama panpel, harusnya panpel yang lebih aktif," lanjutnya.

Umuh pun menerangkan bahwa awalnya bus sempat berhenti saat terjadi insiden pelemparan. Namun, dengan sigap dirinya menyuruh sang supir untuk terus berjalan guna menghindari terjadinya pelemparan lebih lanjut.

"Saat kejadian saya di kursi depan di sebelah kiri pelatih. Saat itu jebred, tadi mobil (bus) sempat berhenti saya bilang maju terus. Tadinya saya pikir dari belakang ada pengamanan juga, rupanya tidak ada. Hanya dari depan pengamanan. Kalau kita berhenti takutnya makin parah," tutupnya.

 

Michael | Usabperning.com