Kamis, 19 September 2019

Kembali Gagal Menang, Begini Analisa Robert

Persib Bandung kembali gagal meraih kemenangan di kandang sendiri usai ditahan imbang Semen Padang dengan skor 1-1. Gol Ghozali Siregar di awal babak kedua mampu disamakan oleh Karl Max pada pertengahan babak kedua. Hasil ini merupakan laga keempat kandang Persib yang berakhir dengan hasil imbang.

Pelatih Robert Alberts pun menganalisa total penyebab kegagalan Persib kembali meraih kemenangan. Robert mengatakan bahwa anak asuhnya seolah tidak ingin menambah keunggulan usai mampu mencetak gol di awal babak pertama.

"Mari kita analisa. 15 menit pertama pertandingan berlangsung sangat lambat. Namun, ketika kita unggul 1-0 melalui gol Ghozali, saya kira kita akan bermain lebih menyerang," ujar Robert.

"Saya pikir kami dapat merubah permainan di babak kedua. Tapi kita justru bermain dengan tempo yang tetap lambat, layaknya kedudukan sedang 0-0. Kita seakan tidak ingin mengubah skor 1-0," paparnya melanjutkan.

Pelatih asal Belanda tersebut pun menyayangkan anak asuhnya yang kerap memainkan bola-bola lambung yang justru tidak efektif. Padahal, ia tidak merencanakan pola permainan tersebut.

"Kita tetap memainkan bola-bola panjang, mengandalkan crossing. Itu tidak sesuai rencana," pungkasnya.

 

Michael | Usabperning.com

Kamis, 19 September 2019

Kembali Gagal Menang, Begini Analisa Robert

Persib Bandung kembali gagal meraih kemenangan di kandang sendiri usai ditahan imbang Semen Padang dengan skor 1-1. Gol Ghozali Siregar di awal babak kedua mampu disamakan oleh Karl Max pada pertengahan babak kedua. Hasil ini merupakan laga keempat kandang Persib yang berakhir dengan hasil imbang.

Pelatih Robert Alberts pun menganalisa total penyebab kegagalan Persib kembali meraih kemenangan. Robert mengatakan bahwa anak asuhnya seolah tidak ingin menambah keunggulan usai mampu mencetak gol di awal babak pertama.

"Mari kita analisa. 15 menit pertama pertandingan berlangsung sangat lambat. Namun, ketika kita unggul 1-0 melalui gol Ghozali, saya kira kita akan bermain lebih menyerang," ujar Robert.

"Saya pikir kami dapat merubah permainan di babak kedua. Tapi kita justru bermain dengan tempo yang tetap lambat, layaknya kedudukan sedang 0-0. Kita seakan tidak ingin mengubah skor 1-0," paparnya melanjutkan.

Pelatih asal Belanda tersebut pun menyayangkan anak asuhnya yang kerap memainkan bola-bola lambung yang justru tidak efektif. Padahal, ia tidak merencanakan pola permainan tersebut.

"Kita tetap memainkan bola-bola panjang, mengandalkan crossing. Itu tidak sesuai rencana," pungkasnya.

 

Michael | Usabperning.com