Rabu, 18 September 2019

'King' Eze: Hilang, Gagal Penalti, Hingga #EzeOut

Ezechiel N'Douassel menjadi salah satu nama yang menjadi topik pembicaraan utama Bobotoh dalam seminggu terakhir. Sayangnya, pemain yang kerap disapa 'King Eze' ini justru menjadi pusat perhatian ke arah negatif bagi para pendukung Persib tersebut.

Semua bermula saat Eze dipanggil oleh Tim Nasional Chad untuk membela negaranya di ajang Kualifikasi Piala Dunia 2022. Dari dua pertandingan yang berlangsung pada tanggal 6 dan 10 September tersebut, Eze sukses mencetak satu gol lewat titik penalti pada pertandingan pertama. 

Sayangnya, usai membela negaranya, Eze justru seakan menghilang. Dirinya tak kunjung kembali hingga Selasa (17/9) kemarin. Ia pun telah melewatkan pertandingan melawan TIRA-Persikabo pada Sabtu (14/9) lalu.

Ketika pelatih Robert Alberts diwawancara oleh awak media mengenai kehadiran Eze, pelatih asal Belanda tersebut justru tidak tahu dimana keberadaan sang pemain. Robert bahkan mengaku hilang kontak dengan pemain bernomor punggung 10 tersebut.

Secara tiba-tiba, Eze justru datang ke Bandung pada Selasa (17/9) tengah malam. Namanya pun langsung dimasukkan Robert dalam pertandingan melawan Semen Padang tadi. Ia disimpan di bangku cadangan oleh Robert, dan baru dimasukkan pada babak kedua menggantikan Ghozali Siregar.

Apesnya, masuknya Eze justru membuat permainan cantik Persib di babak pertama hilang. Strategi long ball justru diterapkan Supardi cs di babak kedua, dan terbukti tidak efektif. 

Eze sebenarnya sempat mendapat peluang emas melalui titik penalti usai dirinya dilanggar oleh pemain Semen Padang. Walaupun ia diklaim melakukan diving, wasit tetap bergeming dan memberikan penalti bagi Persib. Sayang seribu sayang, penaltinya justru melambung jauh di atas mistar gawang Semen Padang.

Tak lama setelahnya, Persib sebenarnya mendapat peluang emas dari kaki Kevin van Kippersluis. Pemain asal Belanda tersebut lolos dari jebakan offside dan tinggal berhadapan dengan Teja Paku Alam. Namun, Eze yang telah berada di posisi offside justru merebut bola Kevin dan menendangnya. Tak heran, wasit pun meniupkan peluit tanda Eze sudah berada di posisi offside.

Usai pertandingan, Bobotoh yang hadir di dalam stadion justru menggemakan suara 'Eze Out'. Tagar serupa pun muncul dari berbagai sosial media para Bobotoh. Mereka tentu saja kecewa dengan sikap serta performa Eze yang sangat dibawah ekspektasi.

Jika kejadian serupa terus berulang, apakah sudah saatnya Eze benar-benar out?

 

Michael | Usabperning.com

Rabu, 18 September 2019

'King' Eze: Hilang, Gagal Penalti, Hingga #EzeOut

Ezechiel N'Douassel menjadi salah satu nama yang menjadi topik pembicaraan utama Bobotoh dalam seminggu terakhir. Sayangnya, pemain yang kerap disapa 'King Eze' ini justru menjadi pusat perhatian ke arah negatif bagi para pendukung Persib tersebut.

Semua bermula saat Eze dipanggil oleh Tim Nasional Chad untuk membela negaranya di ajang Kualifikasi Piala Dunia 2022. Dari dua pertandingan yang berlangsung pada tanggal 6 dan 10 September tersebut, Eze sukses mencetak satu gol lewat titik penalti pada pertandingan pertama. 

Sayangnya, usai membela negaranya, Eze justru seakan menghilang. Dirinya tak kunjung kembali hingga Selasa (17/9) kemarin. Ia pun telah melewatkan pertandingan melawan TIRA-Persikabo pada Sabtu (14/9) lalu.

Ketika pelatih Robert Alberts diwawancara oleh awak media mengenai kehadiran Eze, pelatih asal Belanda tersebut justru tidak tahu dimana keberadaan sang pemain. Robert bahkan mengaku hilang kontak dengan pemain bernomor punggung 10 tersebut.

Secara tiba-tiba, Eze justru datang ke Bandung pada Selasa (17/9) tengah malam. Namanya pun langsung dimasukkan Robert dalam pertandingan melawan Semen Padang tadi. Ia disimpan di bangku cadangan oleh Robert, dan baru dimasukkan pada babak kedua menggantikan Ghozali Siregar.

Apesnya, masuknya Eze justru membuat permainan cantik Persib di babak pertama hilang. Strategi long ball justru diterapkan Supardi cs di babak kedua, dan terbukti tidak efektif. 

Eze sebenarnya sempat mendapat peluang emas melalui titik penalti usai dirinya dilanggar oleh pemain Semen Padang. Walaupun ia diklaim melakukan diving, wasit tetap bergeming dan memberikan penalti bagi Persib. Sayang seribu sayang, penaltinya justru melambung jauh di atas mistar gawang Semen Padang.

Tak lama setelahnya, Persib sebenarnya mendapat peluang emas dari kaki Kevin van Kippersluis. Pemain asal Belanda tersebut lolos dari jebakan offside dan tinggal berhadapan dengan Teja Paku Alam. Namun, Eze yang telah berada di posisi offside justru merebut bola Kevin dan menendangnya. Tak heran, wasit pun meniupkan peluit tanda Eze sudah berada di posisi offside.

Usai pertandingan, Bobotoh yang hadir di dalam stadion justru menggemakan suara 'Eze Out'. Tagar serupa pun muncul dari berbagai sosial media para Bobotoh. Mereka tentu saja kecewa dengan sikap serta performa Eze yang sangat dibawah ekspektasi.

Jika kejadian serupa terus berulang, apakah sudah saatnya Eze benar-benar out?

 

Michael | Usabperning.com