Sabtu, 17 April 2021

Makna Turnamen Pra Musim di Indonesia: Gelar Nomor Satu, Persiapan Tim Nomor Sekian

Dalam dunia sepakbola Eropa, setiap tim memaknai turnamen pra musim sebagai bentuk persiapan untuk membentuk tim yang sesungguhnya sebelum bertanding di ajang kompetisi. Selain itu, pra musim juga dimanfaatkan untuk memberikan kesempatan kepada pemain-pemain muda potensial untuk unjuk gigi sekaligus menjadi ajang seleksi untuk promosi ke tim senior. Namun, hal tersebut tidak berlaku di Indonesia.

Turnamen Piala Menpora 2021 yang disiapkan sebagai pra musim bagi setiap klub justru tidak dimanfaatkan sepenuhnya untuk mencari kekurangan yang akan ditambal sebelum kompetisi dimulai. Sebaliknya, para suporter dan sebagian pemilik klub justru memberikan tekanan yang berlebih bagi pelatih dan para pemain untuk berprestasi.

Jika terdapat sebuah tim yang bermain buruk, para suporter justru cenderung memberikan tekanan dan komentar destruktif kepada para pemain atau pelatih. Padahal, bermain buruk di kompetisi justru merupakan hal yang sangat wajar, apalagi ketika bermain dengan kondisi yang tidak optimal setelah vakum bermain selama satu tahun.

Jangankan berbicara mengenai memberikan kesempatan bagi pemain muda, keberadaan para youngster dalam bangku cadangan pun sudah merupakan hal yang cukup langka bagi para klub di Piala Menpora. Padahal, beberapa pemain hebat dapat muncul ke permukaan jika mendapat kesempatan yang cukup. Sebagai contoh, kiper AC Milan dan Timnas Italia saat ini, Gianluigui Donnarumma berhasil menembus skuad utama ketika bermain apik di turnamen pra musim di usianya yang masih 17 tahun.

Salah kaprah dalam pemaknaan turnamen pra musim ini hampir terjadi di setiap klub Indonesia. Bagi kita para suporter dan penikmat pertandingan, sudah seharusnya kita mendukung perkembangan tim selama perjalanannya di Piala Menpora. Para pemain dan pelatih membutuhkan semangat dan dukungan kita, bukan tekanan berat yang sudah terbentuk di ajang 'pemanasan' ini.


Michael | Usabperning.com

Sabtu, 17 April 2021

Makna Turnamen Pra Musim di Indonesia: Gelar Nomor Satu, Persiapan Tim Nomor Sekian

Dalam dunia sepakbola Eropa, setiap tim memaknai turnamen pra musim sebagai bentuk persiapan untuk membentuk tim yang sesungguhnya sebelum bertanding di ajang kompetisi. Selain itu, pra musim juga dimanfaatkan untuk memberikan kesempatan kepada pemain-pemain muda potensial untuk unjuk gigi sekaligus menjadi ajang seleksi untuk promosi ke tim senior. Namun, hal tersebut tidak berlaku di Indonesia.

Turnamen Piala Menpora 2021 yang disiapkan sebagai pra musim bagi setiap klub justru tidak dimanfaatkan sepenuhnya untuk mencari kekurangan yang akan ditambal sebelum kompetisi dimulai. Sebaliknya, para suporter dan sebagian pemilik klub justru memberikan tekanan yang berlebih bagi pelatih dan para pemain untuk berprestasi.

Jika terdapat sebuah tim yang bermain buruk, para suporter justru cenderung memberikan tekanan dan komentar destruktif kepada para pemain atau pelatih. Padahal, bermain buruk di kompetisi justru merupakan hal yang sangat wajar, apalagi ketika bermain dengan kondisi yang tidak optimal setelah vakum bermain selama satu tahun.

Jangankan berbicara mengenai memberikan kesempatan bagi pemain muda, keberadaan para youngster dalam bangku cadangan pun sudah merupakan hal yang cukup langka bagi para klub di Piala Menpora. Padahal, beberapa pemain hebat dapat muncul ke permukaan jika mendapat kesempatan yang cukup. Sebagai contoh, kiper AC Milan dan Timnas Italia saat ini, Gianluigui Donnarumma berhasil menembus skuad utama ketika bermain apik di turnamen pra musim di usianya yang masih 17 tahun.

Salah kaprah dalam pemaknaan turnamen pra musim ini hampir terjadi di setiap klub Indonesia. Bagi kita para suporter dan penikmat pertandingan, sudah seharusnya kita mendukung perkembangan tim selama perjalanannya di Piala Menpora. Para pemain dan pelatih membutuhkan semangat dan dukungan kita, bukan tekanan berat yang sudah terbentuk di ajang 'pemanasan' ini.


Michael | Usabperning.com