Minggu, 05 Agustus 2018

Mia Beutik sayangkan chants rasis masih terdengar di GBLA

Persib Bandung kini memang tengah berada dalam performa terbaiknya, tim kebanggaan Bobotoh tersebut masih bertengger kokoh di puncak klasemen sementara Gojek Liga 1 2018 yang sudah memasuki pekan ke-19.

Performa apik tersebut tak lepas dari sang juru taktik yakni Mario Gomez. Berkat tangan dinginnya kini Persib Bandung telah kembali ke jalan yang benar untuk meraih gelar juara.

Meski begitu, masih banyak yang harus diperbaiki dari tim ini. Mulai dari perbaikan lini belakang hingga perbaikan di posisi penyerangan yang meski telah optimal namun menurut Gomez masih harus ditingkatkan lagi.

Selain faktor-faktor tersebut, ada faktor lain yang membuat Persib kini selalu tampil percaya diri baik bermain di kandang maupun tandang.

Faktor tersebut adalah Bobotoh yang selalu hadir dimana pun Maung Bandung bertanding. Musim ini sepertinya menjadi momentum bagi bangkitnya kreatifitas supporter Persib, terbukti dari selalu munculnya Koreo-koreo menarik tiap Persib berlaga.

Namun salah satu pentolan Bobotoh yang juga Istri Almarhum Ayi Beutik, teh Mia Beutik sedikit menyayangkan masih banyaknya chants (nyanyian) rasis kala Persib bertanding terutama pada laga melawan Sriwijaya FC kemarin (red: 4/8/2018).

"Kemenangan kemaren sayang banget menurut teteh mah, masih banyak yang nyayi rasis harusnya gausah apalagi kita sekarang lagi di posisi puncak" keluhnya.

Seperti diketahui, chants bernada rasis itu acap kali terdengar pada pertandingan tersebut terutama yang ditujukan pada tim tetangga. "Yang rasis kaya gitu gak nyambung ya, harusnya ketika kita di posisi ini (puncak klasemen) bisa lebih elegan" sambungnya.

Wanita yang juga ibu dari Jayalah Persibku dan Usabperning itu pun berpesan agar Bobotoh bisa meminimalisir gesekan dengan tim rival karena bagaimana pun kita memiliki saudara-saudara yang bertempat tinggal di daerah-daerah yang berpotensi terjadi gesekan.

"Gausah rasislah, kita jangan dibiasakan memulai duluan. kasihan anak-anak yang diperbatasan" pungkasnya.

Usabperning.com | Deri Septi Efendi

Minggu, 05 Agustus 2018

Mia Beutik sayangkan chants rasis masih terdengar di GBLA

Persib Bandung kini memang tengah berada dalam performa terbaiknya, tim kebanggaan Bobotoh tersebut masih bertengger kokoh di puncak klasemen sementara Gojek Liga 1 2018 yang sudah memasuki pekan ke-19.

Performa apik tersebut tak lepas dari sang juru taktik yakni Mario Gomez. Berkat tangan dinginnya kini Persib Bandung telah kembali ke jalan yang benar untuk meraih gelar juara.

Meski begitu, masih banyak yang harus diperbaiki dari tim ini. Mulai dari perbaikan lini belakang hingga perbaikan di posisi penyerangan yang meski telah optimal namun menurut Gomez masih harus ditingkatkan lagi.

Selain faktor-faktor tersebut, ada faktor lain yang membuat Persib kini selalu tampil percaya diri baik bermain di kandang maupun tandang.

Faktor tersebut adalah Bobotoh yang selalu hadir dimana pun Maung Bandung bertanding. Musim ini sepertinya menjadi momentum bagi bangkitnya kreatifitas supporter Persib, terbukti dari selalu munculnya Koreo-koreo menarik tiap Persib berlaga.

Namun salah satu pentolan Bobotoh yang juga Istri Almarhum Ayi Beutik, teh Mia Beutik sedikit menyayangkan masih banyaknya chants (nyanyian) rasis kala Persib bertanding terutama pada laga melawan Sriwijaya FC kemarin (red: 4/8/2018).

"Kemenangan kemaren sayang banget menurut teteh mah, masih banyak yang nyayi rasis harusnya gausah apalagi kita sekarang lagi di posisi puncak" keluhnya.

Seperti diketahui, chants bernada rasis itu acap kali terdengar pada pertandingan tersebut terutama yang ditujukan pada tim tetangga. "Yang rasis kaya gitu gak nyambung ya, harusnya ketika kita di posisi ini (puncak klasemen) bisa lebih elegan" sambungnya.

Wanita yang juga ibu dari Jayalah Persibku dan Usabperning itu pun berpesan agar Bobotoh bisa meminimalisir gesekan dengan tim rival karena bagaimana pun kita memiliki saudara-saudara yang bertempat tinggal di daerah-daerah yang berpotensi terjadi gesekan.

"Gausah rasislah, kita jangan dibiasakan memulai duluan. kasihan anak-anak yang diperbatasan" pungkasnya.

Usabperning.com | Deri Septi Efendi