Jumat, 03 Agustus 2018

"Mungkin Mereka Takut Karena Kita di Puncak!"

Terkait dengan hasil sidang Komdis PSSI yang terkesan "berat sebelah", pelatih Mario Gomez mengaku gusar dengan Komdis. Mereka nampak hanya menghukum Persib dan Persebaya seberat mungkin, tetapi tidak menjatuhkan sanksi kepada tim-tim lain seperti Persija dan Arema.

Terbaru, salah satu pemain Persija Jakarta, Ismed Sofyan lolos dari sanksi karena menendang bola ke arah wasit saat Persija bertemu dengan Bali United. Padahal, di liga-liga luar, hal tersebut akan berbuntut hukuman berupa larangan bertanding.

Tak hanya itu, Persebaya pun menerima sanksi sebesar Rp. 125 Juta karena pelemparan botol dan aksi tidak fairplay. Bandingkan dengan Arema FC yang "hanya" didenda Rp. 250 juta karena aksi oknum suporternya memasuki lapangan dan mengejar pemain Persib. Pelatih Mario Gomez pun terluka akibat insiden ini.

"Komdis sering menghukum Persib Bandung, dan terkadang saudara kita, Persebaya. Saya melihat, Persebaya didenda besar karena ulah suporter. Bandingkan dengan aksi suporter Arema yang memasuki lapangan dan mereka ingin "bertarung". Arema didenda tidak seberapa," ucap Gomez.

Gomez pun berucap bahwa ada sebagian orang yang "takut" dengan Persib karena sekarang memang Maung Bandung bertengger di papan atas klasemen sementara. Namun, Gomez mengaku akan terus berjuang dan tidak akan "kendor" karena hal ini.

"Mungkin ada orang-orang tertentu yang takut, karena kita di papan atas. Lihat saja, sanksi untuk Persib, tapi tidak untuk Persija, Arema, Madura. Tidak adil," ujar pelatih 61 tahun ini.

"Kita respect dengan PSSI, tapi kita tidak setuju dengan keputusannya. Yang bisa kita lakukan hanyalah fight di lapangan," tutur Gomez mengakhiri.

Michael | Usabperning.com

 

Jumat, 03 Agustus 2018

"Mungkin Mereka Takut Karena Kita di Puncak!"

Terkait dengan hasil sidang Komdis PSSI yang terkesan "berat sebelah", pelatih Mario Gomez mengaku gusar dengan Komdis. Mereka nampak hanya menghukum Persib dan Persebaya seberat mungkin, tetapi tidak menjatuhkan sanksi kepada tim-tim lain seperti Persija dan Arema.

Terbaru, salah satu pemain Persija Jakarta, Ismed Sofyan lolos dari sanksi karena menendang bola ke arah wasit saat Persija bertemu dengan Bali United. Padahal, di liga-liga luar, hal tersebut akan berbuntut hukuman berupa larangan bertanding.

Tak hanya itu, Persebaya pun menerima sanksi sebesar Rp. 125 Juta karena pelemparan botol dan aksi tidak fairplay. Bandingkan dengan Arema FC yang "hanya" didenda Rp. 250 juta karena aksi oknum suporternya memasuki lapangan dan mengejar pemain Persib. Pelatih Mario Gomez pun terluka akibat insiden ini.

"Komdis sering menghukum Persib Bandung, dan terkadang saudara kita, Persebaya. Saya melihat, Persebaya didenda besar karena ulah suporter. Bandingkan dengan aksi suporter Arema yang memasuki lapangan dan mereka ingin "bertarung". Arema didenda tidak seberapa," ucap Gomez.

Gomez pun berucap bahwa ada sebagian orang yang "takut" dengan Persib karena sekarang memang Maung Bandung bertengger di papan atas klasemen sementara. Namun, Gomez mengaku akan terus berjuang dan tidak akan "kendor" karena hal ini.

"Mungkin ada orang-orang tertentu yang takut, karena kita di papan atas. Lihat saja, sanksi untuk Persib, tapi tidak untuk Persija, Arema, Madura. Tidak adil," ujar pelatih 61 tahun ini.

"Kita respect dengan PSSI, tapi kita tidak setuju dengan keputusannya. Yang bisa kita lakukan hanyalah fight di lapangan," tutur Gomez mengakhiri.

Michael | Usabperning.com