Selasa, 25 September 2018

Supardi: Jangan Buta Fanatisme!

Menyusul insiden penganiayaan yang dilakukan oknum Bobotoh terhadap Haringga Sarila (yang belakangan diketahui sebagai The Jak), kapten tim Persib, Supardi, mewakili seluruh pemain Persib lainnya tampak melakukan tabur bunga di lokasi kejadian. Diselimuti suasana haru, Supardi memberikan sedikit pendapatnya terkait insiden yang menewaskan pemuda 23 tahun tersebut.

Menurut Supardi, perilaku yang dilakukan oknum Bobotoh tersebut sudah melampaui batas. Ia pun menyayangkan bahwa para pelaku menjadi "buta" akibat fanatisme yang berlebih. Padahal, apa yang mereka lakukan justru akan sangat merugikan Persib Bandung sendiri.

"Jangan buta. Jangan buta fanatisme. Kalau sudah seperti ini, dia tidak sayang sama Persib. Kalau dia sayang sama Persib, dia akan pikir panjang, apa yang sudah diperbuat oleh saya, apa pengaruhnya untuk Persib," tutur pemain bernomor 22 ini.

Ia pun menjelaskan bahwa kondisi tim saat ini sedikit terganggu akibat adanya insiden ini. Sampai-sampai, suasana tim sesudah pertandingan pun menjadi sangat hening setelah melihat adanya berita kematian salah satu anggota The Jak.

"Terus terang, (kondisi tim) terganggu. Kita euforia mungkin hanya 5 menit. Setelah naik ke bus dan dapat berita, semua diam, sunyi senyap dalam bus. Tidak ada euforia lagi," ucap Supardi.

Oleh karena itu, Supardi pun mengajak seluruh Bobotoh dan pendukung Persib lainnya untuk mendukung Persib dengan cara yang benar. Ia pun berharap tidak ada kejadian seperti ini lagi di masa mendatang. Janganlah kita semua menjadi buta akibat fanatisme berlebih kepada Persib. Jadilah Bobotoh yang ramah, baik, dan santun.

Michael | Usabperning.com

Selasa, 25 September 2018

Supardi: Jangan Buta Fanatisme!

Menyusul insiden penganiayaan yang dilakukan oknum Bobotoh terhadap Haringga Sarila (yang belakangan diketahui sebagai The Jak), kapten tim Persib, Supardi, mewakili seluruh pemain Persib lainnya tampak melakukan tabur bunga di lokasi kejadian. Diselimuti suasana haru, Supardi memberikan sedikit pendapatnya terkait insiden yang menewaskan pemuda 23 tahun tersebut.

Menurut Supardi, perilaku yang dilakukan oknum Bobotoh tersebut sudah melampaui batas. Ia pun menyayangkan bahwa para pelaku menjadi "buta" akibat fanatisme yang berlebih. Padahal, apa yang mereka lakukan justru akan sangat merugikan Persib Bandung sendiri.

"Jangan buta. Jangan buta fanatisme. Kalau sudah seperti ini, dia tidak sayang sama Persib. Kalau dia sayang sama Persib, dia akan pikir panjang, apa yang sudah diperbuat oleh saya, apa pengaruhnya untuk Persib," tutur pemain bernomor 22 ini.

Ia pun menjelaskan bahwa kondisi tim saat ini sedikit terganggu akibat adanya insiden ini. Sampai-sampai, suasana tim sesudah pertandingan pun menjadi sangat hening setelah melihat adanya berita kematian salah satu anggota The Jak.

"Terus terang, (kondisi tim) terganggu. Kita euforia mungkin hanya 5 menit. Setelah naik ke bus dan dapat berita, semua diam, sunyi senyap dalam bus. Tidak ada euforia lagi," ucap Supardi.

Oleh karena itu, Supardi pun mengajak seluruh Bobotoh dan pendukung Persib lainnya untuk mendukung Persib dengan cara yang benar. Ia pun berharap tidak ada kejadian seperti ini lagi di masa mendatang. Janganlah kita semua menjadi buta akibat fanatisme berlebih kepada Persib. Jadilah Bobotoh yang ramah, baik, dan santun.

Michael | Usabperning.com